bina bangun bangsa

Mengenal Macam Produk Percetakan dan Promosi

Industri percetakan merupakan industri yang menghasilkan sesuatu melalui proses mencetak. Apapun jenis dan metode yang dipergunakan, semua produk yang dihasilkan melalui proses tersebut disebut dengan produk/barang percetakan. Saat ini, kita mengenal begitu banyak produk percetakan dan juga produk digital printing. Ragam produk tersebut merupakan produk yang sangat sering kita temukan atau bahkan kita pergunakan dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari termasuk produk penting dan utama juga sebagai promosi dari berbagai usaha dan bisnis yang diperlukan dalam penjualan dan pemasaran barang dan jasa perusahaan dan UMKM. Sebelum membahas mengenai produk percetakan dan produk digital printing, kalian perlu mengetahui mengenai jenis dan metode percetakan. Secara umum, dikenal 2 jenis metode yaitu offset dan digital printing. Namun, sebenarnya ada begitu banyak metode yang dipergunakan oleh para pelaku industri percetakan dan berikut ini adalah beberapa diantaranya: Offset Printing Metode ini menghasilkan produk percetakan dalam jumlah besar. Secara prinsip, metode ini menggunakan plat yang terbuat dari alumunium, yang kemudian dipergunakan untuk mentransfer gambar ke sebuah selimut dan kemudian memutar gambar tersebut ke atas permukaan kertas. Nama offset sendiri mengacu pada proses dimana tinta yang digunakan tidak langsung ditransfer secara langsung ke atas kertas. Digital Printing Percetakan digital adalah sebuah metode percetakan dari gambar berbasis digital, yang biasanya berupa berkas, kemudian bisa langsung dicetak di berbagai media dengan secara instan dan cepat. Percetakan digital merupakan hasil inovasi perkembangan dari metode percetakan yang konvensional, yang muncul seiring dengan kemajuan teknologi dunia yang sudah masuk pada era digital.[1] Penghematan tenaga kerja dan kemampuan mesin cetak digital yang terus meningkat menandakan bahwa percetakan digital mencapai titik dimana ia dapat menyamai atau menggantikan kemampuan teknologi cetak offset untuk melakukan cetakan yang lebih banyak dengan harga murah.[2] Macam dan Jenis Barang Cetakan dan Promosi Kartu Nama ID Card Kop Surat Amplop Map Folder Paper/Woven Bag Brochure/Flyer X-Banner/Roll Banner Spanduk Uniform Payung, mug, ballpoint, bros Signboard/reklame dan masih banyak lainnya Untuk info atau konsultasi lebih lanjut dapat menghubungi Divisi Percetakan dan Promosi di nomor : 0813873503862 (Adv)

Mengenal Macam Produk Percetakan dan Promosi Read More »

Sektor UMKM Jadi Kunci Pemulihan Ekonomi Dampak Pandemi

Jakarta, BINA BANGUN BANGSA – Sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menjadi salah satu sektor yang paling terdampak pandemi covid-19. Wabah ini membuat supply dan demand serta rantai pasok terganggu sehingga roda perekonomian di tataran UMKM tersendat. Bahkan menurut OECD (Organization for Economic Cooperation and Development) setelah September 2020, akan ada separuh UMKM yang ada yang terpaksa harus gulung tikar. Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, menjelaskan UMKM selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi nasional. Setidaknya terdapat lebih dari 64 juta unit UMKM yang berkontribusi 97 persen terhadap total tenaga kerja dan 60 persen PDB nasional. Jumlah ini menunjukan peran UMKM yang sangat besar bagi perekonomian nasional. Oleh sebab itu jika separuh UMKM gulung tikar maka dikhawatirkan akan berdampak besar bagi perekonomian nasional. “Berdasarkan data APEC tahun 2018 jumlah UMKM mencapai 97 persen dari total keseluruhan usaha dan berkontribusi 50 persen terhadap tenaga kerja. UMKM juga berkontribusi signifikan GDP mencapai 20 persen – 50 persen,” kata Teten saat menjadi keynote speaker dalam webinar dengan tema Menyiapkan Produk – Produk Indonesia Mendunia yang diselenggarakan oleh PT Jababeka Tbk, Kamis (8/10/2020). Teten menambahkan meski penuh dengan tantangan, sektor UMKM masih memiliki harapan dan peluang untuk meningkatkan skala bisnisnya. Peluang untuk meningkatkan ekspor masih terbuka lebar apabila pelaku UMKM mau melakukan inovasi produk dan mendesainnya dengan sentuhan teknologi. Menurutnya, ada tiga sektor yang memiliki peluang besar bagi UMKM untuk dapat meningkatkan ekspornya di tengah pandemi seperti saat ini yaitu produk makanan dan minuman, fashion serta furniture dan kerajinan. “Memang kontribusi ekspor UMKM hanya mencapai 14 persen sementara usaha besar yang jumlahnya hanya 0,01 persen dapat berkontribusi hingga 86 persen. Angka ini masih jauh dari kontribusi UKM di negara – negara APEC yang berkisar 35 persen,” sambungnya. Untuk memastikan agar UMKM tetap bertahan memang butuh dukungan bersama lintas sektoral. Pekerjaan bersama ini diakuinya tidak mudah terlebih di saat permintaan dunia mengalami slow down akibat sama-sama terkena wabah Covid-19. Sebagai contoh bentuk kegiatan atau dukungan kepada UMKM, KemenkopUKM mencetuskan beberapa program seperti Gerakan Belanja di Warung Tetangga. Selain itu dukungan program produksi alat pelindung diri oleh UMKM.  “Kita juga ada program pasar digital UMKM, melalui program ini potensi belanja yang bisa dimanfaatkan UMKM mencapai Rp35 triliun. Lalu ada juga gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan kita akfif mendorong sektor UMKM go digital,” ulasnya. Jakarta, 9 Oktober 2020 Humas dan Advokasi Hukum Kementerian Koperasi dan UKM Medsos Resmi : @KemenkopUKM

Sektor UMKM Jadi Kunci Pemulihan Ekonomi Dampak Pandemi Read More »

BINA BANGUN BANGSA Mengembangkan SuperApp untuk Anggota UMKM Indonesia

Jakarta, BINA BANGUN BANGSA – Kemajuan teknologi digital era 5.0 saat ini membuat sistem perekonomian dan usaha atau bisnis dalam negeri sudah harus berbenah mengikuti perkembangan dunia saat ini, kalau tidak mau ketinggalan dalam persaingan global di bidang penjualan dan pemasaran produk, barang dan jasa, terutama bagi pelaku UMKM di negeri ini. Hal itu disampaikan Ketua Umum BINA BANGUN BANGUN, Nur Ridwan dalam Rapat Kerja Terbatas Bidang Perekonomian, Koperasi dan UMKM di Kantor Pusat, Jakarta. (18/01/2020) “Kita harus pro aktif menghadapi tantangan global dalam persaingan pasar dunia saat ini, apalagi dengan derasnya Aplikasi Teknologi luar negeri saat ini yang sudah masuk dalam pasar domestik sehingga bisa menggerus pasar UMKM dalam negeri” katanya. Karena secara data sumber dari Kementerian Koperasi dan UKM, setidaknya terdapat lebih dari 64 juta unit UMKM yang telah berkontribusi 97% terhadap total tenaga kerja, dan memberi sumbangsih 60% terhadap PDB (Product Domestic Bruto) nasional. “Jumlah ini menunjukan peran UMKM yang sangat besar bagi perekonomian nasional”, katanya lagi. “Akan rugi besar bagi kita kalau pasar UMKM dalam negeri diambil oleh pelaku UKM dan Industri dari luar negeri”, katanya lebih lanjut. Maka menurutnya, BINA BANGUN BANGSA sebagai Organisasi atau Lembaga Mitra Pembangunan Nasional yang berdiri sejak tahun 2009, dengan memiliki potensi puluhan ribu anggota UMKM, saat ini sedang mengembangkan Aplikasi SuperApp untuk memfasilitasi penjualan dan pemasaran serta pengembangan daripada produk/barang dan jasa para anggotanya. Dengan menggandeng para developer aplikasi karya Anak Bangsa Indonesia yang tidak kalah kemampuannya dengan para developer luar negeri. “SuperApp yang dibangun berbasis sistem Koperasi bagi anggota yang menawarkan banyak layanan dan benefit dari SuperApp ini. Semoga bisa berguna dan bermanfaat secara luas dalam membantu tugas negara untuk memajukan kesejahteraan masyarakat Indonesia”, harapannya.(IWN).

BINA BANGUN BANGSA Mengembangkan SuperApp untuk Anggota UMKM Indonesia Read More »

Ketua Umum BINA BANGUN BANGSA Mendorong Kemlu RI untuk Pasarkan Produk UKM Indonesia ke Pasar Amerika dan Eropa

Jakarta, BINA BANGUN BANGSA – Inovasi dan promosi serta penjualan produk-produk ukm Indonesia saat ini perlu diperhatikan dan ditingkatkan dalam rangka percepatan pembangunan ekonomi nasional dan menambah cadangan devisa negara. Ketua Umum BINA BANGUN BANGSA, Nur Ridwan mendorong Kementerian Luar Negeri RI untuk inisiatif dan berperan aktif dalam memasarkan produk-produk komoditas dan UKM Indonesia ke pasar luar negeri, khususnya pasar Amerika Serikat dan Eropa. Hal itu disampaikannya dalam Rapat Terbatas Dewan Pimpinan Nasional BINA BANGUN BANGSA bidang Perekonomian di kantornya, Jakarta.(27/08/2019). “Saya harapkan agar produk ukm Indonesia bisa dipasarkan di luar negeri, pasar Amerika dan Eropa dibantu Kemlu melalui KBRI atau KJRInya”, katanya. Seperti kita ketahui bahwa KBRI dan KJRI merupakan perwakilan Pemerintah Republik Indonesia di Luar Negeri, yang secara resmi mewakili dan memperjuangkan kepentingan Bangsa, Negara, dan Pemerintah Republik Indonesia secara keseluruhan di Negara Sahabat dan/atau pada Organisasi Internasional.  Lanjut menurut Ketum, yakin produk atau komoditas hasil dari Indonesia dapat menjadi produk unggulan berkualitas ekspor dengan selalu memperhatikan mutu dan kualitas serta kontinuitas produksinya. Maka diharapkan Kemlu RI bisa menggandeng koperasi, organisasi, lsm, yayasan, komunitas, paguyuban, dan para pelaku UMKM Indonesia untuk difasilitasi dalam pemasaran dan pengembangan produk UKM Indonesia masuk pasar luar negeri. “Sehingga produk-produk UKM Indonesia bisa naik kelas go Internasional”, harapannya.

Ketua Umum BINA BANGUN BANGSA Mendorong Kemlu RI untuk Pasarkan Produk UKM Indonesia ke Pasar Amerika dan Eropa Read More »

Scroll to Top